Hanya ombak biasa

8A850B10-6F35-4B71-A0D3-C2BCD6006B57.jpeg

Sudah kubangun dinding batu itu se-tebal mungkin,
se-tinggi apapun keyakinan ku akan dunia ini.
Tentang apapun yang akan menghancurkan kota ini.

Hanya Tuhan yang tahu sedari kapan aku berdiri di pinggir dinding itu,
menyaksikan ombak sesama ombak berlarian menghancurkan pasir-pasir di pantai itu.
Untuk mengoyak hati pasir-pasir itu mungkin?
Sebagian mereka berhasil ditarik ke tengah laut dan bersatu di bawah lindungan para ombak yang berwarna biru arogan itu,
meskipun sempat terjadi tarik ulur dengan sebagian pasir lainnya, maupun ombak.

Apakah aku pengecut? Takut? Tidak. Hanya saja lebih arogan.

Aku sempat berfikir,
kota ini sudah cukup dewasa untuk melindungi dirinya dari para ombak tanpa dinding ini. Mungkin, aku terkelabui pandangan pertama ku terhadap ombak yang selanjutnya. Yang aku kira adalah ombak kecil, halus, dan tidak berbahaya.

Tapi aku salah, semua ombak itu berbahaya.

Advertisements

Berhenti

tumblr_o943lex7TQ1s5neh1o1_1280

Mari kita hentikan segala:

tatap senyuman

bertemu pandangan

tabrak perkataan

paksa keperdulian

rindu keberadaan

Karena itu semua tidak ada gunanya.

Terakhir

Menunggu

Mengapa banyak orang yang menggemari kata ajaib ini ?

Disaat

Kata tersebut dengan lancang membuat seseorang marah

Kata tersebut dengan tega membuat seseorang bersedih

Kata tersebut dengan setia menemani kesabaran menuju batasnya

Kata tersebut juga sangat handal memancing prakarsa-prakarsa buruk datang untuk meracunimu

“Menunggu” adalah kata yang saat ini digunakan untuk menilai kebaikan hati anda? Ke-jantan-an anda? Kesetia-an anda?

Tolong jangan lakukan itu! Karena kesalahan itu sebab hati anda tergores perih.

Memberi kata “menunggu” kepada hati

Seperti memberi asin-asam cuka kepada luka sayatan.

Tidak membuktikan apa-apa

Hanya memperburuk keadaan luka

Dijawab

‚ÄčApa hanya aku?

Yang jantungnya menjadi merah merona

Yang tenggorokannya kering membakar pikiran

Yang terbangun lebar dibuai kenyenyakan

Mungkin aku memang memercayai harapan pupus.

Sedikitnya (aku tidak tahu berapa) persen kemungkinan menyatakan bahwa kamu akan melakukan hal yang sama kepada orang lain, 

tetapi tidak ada jawaban pasti.

Untuk kamu

‚ÄčEntah penyesalan atau perasaan bersyukur yang seharusnya dirasakan saat ini

Atas kejadian hari ini

Aku terlalu bodoh

Atau terlalu menjadi sok-ide

Mungkin terlalu apatis

Mungkin terlalu peka

Jadi kumohon,

Campurkan sedikit warna putih

Atau hitam kedalam warnamu
Karena dirimu terlalu abu-abu